Kawand, seperti yang kita tahu bahwa sebuah biji tak akan dapat menjadi tunas yang tumbuh bila ia berada di tempat yang gersang dan tak mendukung aktivitas adaptifnya. Namun mustahilkah bila ada sebuah tunas tumbuh subur di areal yang terkenal gersang dan jauh dari mata air kejernihan dan kedamaian.
Tunas ini kita ibaratkan sebagai hamba Allah yang tengah mengarungi perjuangan. seorang mu'min dan mu'minah yang berjuang tumbuh dengan segala aktivitasnya membangun kehidupan ditengah kegersangan lingkungannya, baik itu keluarga, masyarakat, dan lingkungan amat dekat dengannya. Tanpa kita sadari tunas-tunas itu tumbuh bak jamur yang memenuhi sebuah kayu lapuk yang amat empuk.
Tapi tak sering kita berpikir, bagaimana bisa tunas itu tumbuh? Sebuah pertanyaan besar yang mesti kita galih....
Nah, insya Allah saya akan menampilkan cerita kehidupan seorang muslimah yang tumbuh di keluarga Islam namun amat jauh pemahamannya hingga ia bersusah payah hanya untuk memakai jilbab, membina diri menjadi muslimah kaffah. Perjuangan yang tak memakan waktu singkat yang amat praktis. Namun perjuangan yang membutuhkan banyak waktu, tenaga dan pikiran dalam mengarsipkan cara yang terbaik untuk ditempuh. Serta suka-dukanya dalam perjuangan hingga kefuturannya.....
Untuk itu pantengin terus ya di wadahcatatanislami.blogspot.com
Istrimu Bukan Pembantu
15 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar