begitulah judul sebuah festival pemuda yang diadakan atas kerjasama majalah annida elektronik (www.annida-online.com) dengan Deputi Pemberdayaan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga. Bagi kawand-kawand yang punya seabreg prestasi dan temuan di bidang Teknologi gag salah tempat buat ikutan acara ini. BAgi para pemenangnya akan mendapatkan "anugerah inovasi lingkungan" dan yang terpenting Lumayan besar loh hadiahnya, disediakan total hadiah 150 juta bagi para pemenangnya!!!
bagi kawand-kawand wadahcatatanislami.blogspot.com yang dagdigdug pengen tahu persyaratanya, nNah ini dia ;
*Persyaratan peserta
1. WNI dengan usia 18 s.d. 35 tahun
2.Kategori : - pelajar/mahasiswa (harus mempunyai kartu pelajar/mahasiswa)
- umum
3. Peserta mengajukan sendiri hasil karyanya yang belum pernah dipublikasikan
4. Proposal diketik di atas kertas kuarto/folio dengan 1,5 spasi beserta biodata lenglap ( Nama lengkap, TTL, pendidikan/pekerjaan, alamat, telepon dan handpone, dan fotocopy identitas (KTP/Kartu Pelajar/SIM/Paspor)
5. Keseluruhan persyaratan di atas lalu dikirim ke PAnitia Festival Pemuda Berprestasi di Bidang IPTEK Berbasis Imtaq 2009. Deputi Pemberdayaan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, WISMA MENPORA, Jalan Gerbang Pemuda No.3 Senayan JAkarta 10270 telp/fax 5738150/5736150
6. Aplikasi paling lambat ditunggu tanggal 15 Oktober 2009, dan pengumuman dapat dilihat di www.annida-online.com
Untuk 20 orang finalis terpilih akan diundang ke Jakarta untuk mendemonstrasikan karyanya. Akomodasi dan transportasi ditanggung panitia.
Atau informasi lebih lanjut dapat mengakses website www.annida-online.com atau contact person di bawah ini :
*Nia 0812882933171
*Ambar 08573747434
*Mawadah/Ai/Nina (021)8193242 Ekt. 199/195
Catatan : Untuk seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia dapat mengikutiacara puncak di Jakarta dalam memamerkan inovasinya di bidang teknologi..
selamat Berprestasi!!!
Sabtu, 11 Juli 2009
FESTIVAL PEMUDA BERPRESTASI DI BIDANG IPTEK BERBASIS IMTAQ
Senin, 06 Juli 2009
Perjuanganku Meraih Hidayah
Aku dilahirkan di sebuah keluarga etnik jawa tulen yang amat kerap bersentuhan hal-hal yang berbau mistis. Ayah dan ibuku adalah seorang muslim dan muslimah, walaupun pengetahuannya mengenai Islam masih sangat sedikit. Namun ibuku sedikit-sedikit tahu mengenai ajaran Islam. Mengenang hidayah itu datang padaku memang sangat sulit untuk dijelaskan. Butuh waktu yang panjang untukku mengertinya dan akhirnya kugapai hidayah itu. Walaupun kusadari perjuanganku masih jauh lebih ringan dari mereka, para muallaf yang berjuang keras dengan gigihnya untuk mengikrarkan sebuah untaian kalimat syahadat; Asyhadualla ilaahaillallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah
SEPTEMBER 2003
Setelah menempuh rentetan persyaratan dan tes-tes, akhirnya aku diterima di sebuah SMP Negeri yang bergengsi di daerahku. Walau banyak orang gugur dan tak bisa merasakan nyamannya duduk di bangku sebuah SMP ini, namun bagiku itu hal yang biasa. Hingga bulan berikutnya, yakni September, aku berkecimpung di sebuah ekskul PASKIBRA. Banyak kenalan dan pengalaman yang kudapatkan dari sana. Tapi ada satu yang menarik bagiku, seorang teman yang sama-sama mengikuti ekskul ini. Namanya Fauziyah.
Menumbuhkan Tunas Baru di Tanah Gersang
Kawand, seperti yang kita tahu bahwa sebuah biji tak akan dapat menjadi tunas yang tumbuh bila ia berada di tempat yang gersang dan tak mendukung aktivitas adaptifnya. Namun mustahilkah bila ada sebuah tunas tumbuh subur di areal yang terkenal gersang dan jauh dari mata air kejernihan dan kedamaian.
Tunas ini kita ibaratkan sebagai hamba Allah yang tengah mengarungi perjuangan. seorang mu'min dan mu'minah yang berjuang tumbuh dengan segala aktivitasnya membangun kehidupan ditengah kegersangan lingkungannya, baik itu keluarga, masyarakat, dan lingkungan amat dekat dengannya. Tanpa kita sadari tunas-tunas itu tumbuh bak jamur yang memenuhi sebuah kayu lapuk yang amat empuk.
Tapi tak sering kita berpikir, bagaimana bisa tunas itu tumbuh? Sebuah pertanyaan besar yang mesti kita galih....
Nah, insya Allah saya akan menampilkan cerita kehidupan seorang muslimah yang tumbuh di keluarga Islam namun amat jauh pemahamannya hingga ia bersusah payah hanya untuk memakai jilbab, membina diri menjadi muslimah kaffah. Perjuangan yang tak memakan waktu singkat yang amat praktis. Namun perjuangan yang membutuhkan banyak waktu, tenaga dan pikiran dalam mengarsipkan cara yang terbaik untuk ditempuh. Serta suka-dukanya dalam perjuangan hingga kefuturannya.....
Untuk itu pantengin terus ya di wadahcatatanislami.blogspot.com
Ahlan wa Sahlan
Ahlan wa shlan alias selamat datang di blog wadahcatatanislami.blogspot.com. Ahlan wa sahlan, karena menyempatkan diri menengok sebuah catatan seorang muslimah mengenai seluruh aspek kehidupan terutama hal Islam. Sebuah blog mengupas kejadian dibalik sebuah peristiwa yang mungkin amat lazim kita perhatikan di kehidupan sehari-hari. Tapi tahukah antum semua, bahwa ada rahasi yang tersembunyi dibalik itu semua. Ibarat batu yang telah tengkurap, pasti masih ada sesuatu di bawahnya. Kadang banyak pula sesuatu yang telah diyakini sebagai sesuatu yang sepele, namun behind dari yang sepele itu tadi ada sesutu yang amat besar.
Mari kita kupas tuntas aspek-aspek tadi, agar kita dapat mengilhamim dan mengambil sebanyak-banyaknya pelajaran dalam membangun kepribadian dan cara pandang serta olah pikir yang selama ini telah dijalani.
Afwan jidan bila masih banyak kekurangan di sana-sini, karena ihwal pengeditan atau sebagainya.